Mengikuti langkah kumpulan vendor software keamanan tradisional dalam rangka menpopulerkan open source, Panda membuat gebrakan baru. Panda Security, Rabu (29/4) telah merilis software keamanan gratis bernama Panda Cloud Antivirus. Penampilan kata ‘Cloud’ dalam title produk tersebut merupakan bagian dari refleksi term trend.

Pada waktu yang sama, term cloud tersebut, term tersebut memiliki arti real di konteks keamanan, yakni mengumpulkan data dari jutaan pengguna Internet yang kemudian akan disimpan dalam data center untuk power computing, dan mencegah adanya evolusi dari malware. “Cloud Antivirus ini akan menggunakan koneksi real-time untuk pengumpulan data, dan Panda Cloud Antivirus ini berbeda dengan antivirus 20 tahun terakhir ini.” ungkap Pedro Bustamante, peneliti senior di Panda Security.

Software Panda Cloud Antivirus memiliki ukuran yang kecil ketika di-download, dan kemampuan untuk melindungi informasi yang diperoleh dari user secara otomatis, dan kemudian disimpan oleh Panda di sebuah form dengan proteksi signature. “Semakin banyak user yang menggunakannya, semakin baik proteksi untuk setiap orang.” kata Bustamante.

Tujuan peluncuran software Panda Cloud Antivirus ini tidak untuk menyimpan data di resource komputer local, yang dapat memperlambat system, karena semua akan disimpan di jaringan Internet. Panda mengklaim bahwa software Panda Cloud Antivirus ini dapat memproteksi data dari malware 100 kali lebih cepat dibandingkan solusi signature tradisional, dan bukan seperti yang biasa dipakai user, seperti software antivirus tradisional sebagai pertahanan.

Menurut survey Panda, Panda mengklaim bahwa 24 persen pengguna dengan software antivirus berbasis signature yang up-to-date sekalipun masih bisa terinfeksi malwaer. Sedangkan software Panda Cloud Antivirus ini dapat mengurangi sejumlah factor pemicu lubang keamanan dari 6 hingga 4 persen. Bustamante menambahkan, model Premium dari software Panda Cloud Antivirus ini akan dijual gratis.